Ini Pentingnya Garam Beryodium

Garam beryodium

Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain mengandung yodium sebesar 30-80 ppm. Penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan terutama kesehatan keluarga. 

Yodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, mencerdaskan otak. Kekurangan yodium pada tubuh bisa mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dan lain lain. 

Setiap orang disarankan memenuhi asupan yodium setiap hari. Namun jumlah yang diperlukan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usianya. Kementrian Kesehatan merekomendasikan asupan yodium sehari-hari sebagai berikut:

Bayi: 90-120 mikrogram (mcg) yodium per hari.
Anak-anak: 120 mcg yodium per hari.
Remaja dan orang dewasa: 150 mcg yodium per hari.
Ibu hamil: 220 mcg yodium per hari,
Ibu menyusui: 250 mcg yodium per hari.

Asupan yodium ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi garam beryodium yang ditambahkan pada masakan atau minuman. Namun, orang yang menderita penyakit tertentu, seperti hipertensi dan penyakit ginjal, mungkin perlu membatasi asupan garam.
Nah dipasaran begitu banyak merk garam beryodium yang dijual, namun berikut ini kami berikan beberapa merk garam beryodium terbaik, seperti :

1. Garam Garena
Berbeda dengan garam lainnya, garam Garena hanya memiliki 40% natrium, sehingga komposisi kalium dan iodium menjadi lebih tinggi. Karena memiliki kandungan natrium yang rendah, resiko penyakit seperti hipertensi dan darah tinggi yang disebabkan oleh natrium dapat diminimalisir.

2. Garam Refina
Garam refina merupakan satu-satunya garam yang telah melalui proses refinery, yaitu sebuah proses pengolahan dengan tahap pelarutan, pengendapan kotoran, dan penyaringan logam berat. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengkristalan untuk menghasilkan garam yang memiliki karakterisitik putih, halus dan bersih.

3. Garam Dolphin
Garam Dolphin diproduksi oleh PT Susanti Megah yang telah mengantongi berbagai sertifikat seperti SNI, ISO MUI dan lain lain, sehingga kualitas dari garamnya sudah terjamin. Garam beryodium yang diproduksi di Surabaya ini dapat kalian temukan dengan mudah di pasar hingga supermarket.

4. Garam Lodan
Identik dengan gambar ikan paus, garam Lodan merupakan produksi PT Kusuma Tirta sejak tahun 1987. Garam Lodan merupakan garam berkualitas tinggi karena menggunakan bahan-bahan alami dan tanpa bahan pengawet. Garam dengan logo paus ini merupakan hasil dari penguapan air laut secara alami. Garam beryodium ini mudah larut dan mengandung mineral yang sangat diperlukan tubuh.

5. Garam Cap Kapal
Sama dengan garam Dolpin, Garam cap Kapal berada di bawah naungan PT Susanti Megah. Garam ini cocok digunakan untuk menambah rasa pada sayuran, daging dan kue secara langsung. Dengan garam Cap Kapal, makanan sehari-hari akan terasa lebih gurih dan nikmat.

6. Garam Tradisional Balinese
Garam Tradisional Balinese memang berbeda dari garam lainnya karena memiliki rasa gurih khas Bali yang tidak dapat ditemukan pada garam lainnya. Sepertin namanya, garam ini diproduksi dengan cara tradisional dengan mengandalkan matahari. Sehingga tak heran jika harga garam ini lebih mahal dibanding garam biasa.

7. Garam Lososa
Lososa merupakan kepanjangan dari low sodium salt atau garam rendah natrium sehingga garam ini dapat digunakan untuk mencegah pengeroposan tulang. Garam ini bisa mengurangi asupan natrium berlebih serta mengurangi risiko terkena hipertensi.
Share on Google Plus

About Ayead Gaptek

0 comments:

Post a Comment