Perjuangan Maria Loretha Membudidayakan Sorgum di Flores Timur

Nama Sorgum mungkin terdengar asing di telinga masyarakat saat ini, terutama masyarakat perkotaan. Permasalahan ketersediaan di wilayah timur Indonesia membuat Maria Loretha tergerak untuk mencari alternatif lain, yaitu Sorgum. Hingga saat ini beliau masih berusaha mempopulerkan sorgum sebagai bahan pangan alternatif. 


Kisah Cinta pada Sorgum
Ungkapan cinta pada pandangan pertama rasanya cocok untuk mendeskripsikan awal mula Maria Loretha jatuh cinta pada sorgum. Mama Tata, sapaan akrab beliau, memiliki kecintaan terhadap sorgum sejak tetangganya memberi sepiring sorgum rebus yang diberi parutan kelapa. Kenikmatan dari sepiring sorgum tersebut membuatnya bertekad untuk menanam sorgum.

Sorgum merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum. Sorgum masih jarang diminati oleh petani karena permintaan pasar yang kecil. Padahal jika dibandingkan dengan padi, sorgum lebih cocok dengan iklim Indonesia terutama di wilayah timur. Tamanan sorgum lebih tahan terhadap panas dan kekeringan.

Umumnya sorgum hanya ditanam sebagai tanaman tumpang sari dan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun Mama Tata melihat potensi yang lebih besar dari tanaman ini. menurutnya sorgum lebih baik dibanding pangan lain seperti padi dan jagung. Sorgum lebih tahan lama dan bisa dibuat berbagai macam olahan mulai dari kue, roti hingga siomay.

Perjuangan Mama Tata
Semenjak mencicipi sorgum pertama kali beliau berniat membudidayakan sorgum di Flores Timur. Wanita 46 tahun ini mulai berburu benih sorgum di seantero Flores. Jarangnya petani yang menanam sorgum membuat benih sorgum sulit ditemui. 

“Saya dan beberapa teman mencari benih sorgum kian kemari di penjuru pulau Flores dan pulau-pulau sekitarnya. Setiap ada ladang yang ditanam sorgum saya upayakan untuk mendapat bibitnya. Kalau bisa minta ya kami minta kalau tidak bisa ya kami beli,” cerita Mama Tata.

Setelah mendapatkan bibit sorgum pertama yang ia idam-idamkan, ia langsung mencoba menanam di ladang yang tadinya digunakan untuk menanam padi atau jagung. Setelah kerja keras dan perjuangan panjang yang beliau lakukan, akhirnya pada tahun 2007 sorgum berhasil dibudidayakan. Hasilnya pun tak mengecewakan.

Di satu sisi ia senang tanamannya dapat tumbuh dan panen yang dihasilkan banyak. Namun di sisi lain, sorgum yang dihasilkan tidak terserap pasar. Meski demikian beliau tetap optimis bahwa sorgum bisa menjadi solusi dalam masalah pangan di Indonesia. 

Kemudian beliau mulai menginisiasi petani lain untuk mulai menanam sorgum. Tak mudah memang mengajak petani lain untuk beralih ke sorgum, dengan alasan takut gagal panen dan merugi. Namun ia tak patah semangat dan terus berusaha meyakinkan petani dengan terus menanam sorgum di berbagai jenis lahan.

Ia bahkan sempat bertaruh akan membayar semua benih dan tenaga yang sudah dikeluarkan jika sorgum tersebut gagal panen. Beruntung alam memihak padanya, semua hasil panen luar biasa bagus. setelah itu beliau mulai membentuk kelompok petani wanita yang khusus menanam sorgum.

Perlahan tapi pasti usaha yang dijalani selama ini membuahkan hasil, tak hanya di Flores timur, kelompok tani ini sudah tersebar di Kabupaten lain, seperti di Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan beberapa daerah lain. Pendanaan kegiatan itu pun masih menggunakan uang pribadi, beliau optimis bahwa kejayaan sorgum akan kembali.

Allianz Wakaf
Perjuangan Maria Loretha dalam mempromosikan sorgum pantas mendapatkan penghargaan Allianz Wakaf. Apa yang sudah beliau lakukan, telah membantu mengatasi masalah pangan di wilayahnya serta menaikan derajat kehidupan petani sekitarnya. Tujuan beliau untuk mengenalkan sorgum ke pelosok negeri masih membutuhkan dukungan dari segala pihak.

Anda juga bisa membantu perjuangan orang-orang seperti Maria Loretha dengan asuransi wakaf Allianz. Dana wakaf tersebut akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti Maria. Allianz wakaf sudah terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) sehingga seluruh dana yang disalurkan diawasi dan dilindungi. Laporannya dana juga bisa anda pantau.

Asuransi wakaf pada dasarnya memang ditujukan untuk kemaslahatan orang banyak, seperti apa yang dilakukan oleh Maria Loretha. Beliau yang rela bersusah payah dan mengucurkan keringat untuk mengatasi masalah ketersedian pangan saat ini. Perjuangan beliau harus terus kita dukung agar manfaat yang dihasilkan menjadi lebih besar lagi.
Share on Google Plus

About Ayead Gaptek

0 comments:

Post a Comment